Pemerintah Malaysia Bangun Komplek Khusus untuk Dukung Pendidikan, Kesehatan dan Pekerjaan Disabilitas

Home » Article » Pemerintah Malaysia Bangun Komplek Khusus untuk Dukung Pendidikan, Kesehatan dan Pekerjaan Disabilitas

Ilustrasi perumahan . Photo by Maximillian Conacher on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pengembangan Kesejahteraan Perempuan, Anak dan Masyarakat Malaysia Datuk Seri Fatimah Abdullah mengatakan pemerintah setempat telah menyetujui dana sebesar RM50 juta (sekitar Rp 1,7 miliar) untuk usulan Pusat Dukungan Komunitas Berkebutuhan Khusus (Special Needs Community Support Centre) di bawah Rencana Malaysia ke-12.

Sarawak akan mendirikan kompleks untuk melayani komunitas penyandang disabilitas, mulai dari diagnosis dan pekerjaan hingga perawatan di tempat tinggal.

“Kompleks ini akan mencakup seluruh rangkaian fasilitas untuk pemeriksaan, diagnosis, pendidikan, pelatihan kejuruan, pekerjaan, dan perawatan di tempat tinggal. Serta akan melihat pengembangan bakat di bidang olahraga dan bidang lain untuk penyandang disabilitas,” katanya kepada wartawan setelah membuka lokakarya tentang aksesibilitas untuk penyandang disabilitas, dikutip dari thestar.

Masih desain awal

Fatimah mengatakan kompleks tersebut saat ini dalam tahap desain awal. Sementara lokasi yang cocok belum diidentifikasi.

Ia juga menyebutkan bahwa meskipun ada asosiasi individu untuk berbagai disabilitas seperti cerebral palsy, autisme dan disleksia, serta pusat intervensi awal satu atap yang dikelola negara (OSEIC), namun tidak satupun dari mereka mencakup seluruh fasilitas yang diperlukan.

“Kami sudah mulai dengan OSEIC, yang mencakup diagnosis, intervensi dini dan rehabilitasi, tetapi kami ingin memasukkan pendidikan, pelatihan kejuruan, dan pekerjaan. Kompleks ini akan menjadi tempat kami mencoba meletakkan semuanya di bawah satu atap,” katanya.

Fatimah juga mengatakan kompleks itu tidak akan menduplikasi apa yang dilakukan asosiasi, melainkan akan melengkapi dan melengkapi pekerjaan mereka.

“Kami akan mengisi kekosongan tersebut, misalnya dengan memberikan pendidikan bagi anak-anak dengan disabiliitas berat yang tidak dapat diintegrasikan ke dalam sistem sekolah.”

Ia menambahkan bahwa ini sejalan dengan kebijakan pemerintah malaysia menuju masyarakat yang inklusif secara sosial.

 

Sumber : https://www.liputan6.com